Rabu, 23 Juni 2010
Pandangan
02.28 | Diposting oleh
Satria |
Edit Entri
setelah ikut latihan sight culturing di bawah bimbingan ibu Norma, saya jadi mulai meneliti tentang apa saja pandangan-pandangan yang ada pada saya yang tidak tepat.
Sight culturing adalah salah satu latihan meditasi dinamis ananda yang diciptakan dan dikembangkan oleh Bapak Anand Krisha. Pada sesi tersebut, latihan dimaksudkan untuk memperbaiki cara pandang dalam hidup.
Ibu Norma membukanya dengan memberikan prakata awal bahwa pandangan bisa menjadi massalah yang dapat menimbulkan stress. Beliau juga menuturkan beberapa pandangan tersebut. hal-hal tersebut memang banyak sekali kita jumpai di kehidupan sehari-hari dan sepertinya memang suatu keharusan atau sudah dari sononya seperti itu.
Berikut adalah pandangan-pandangan sudah kadung memasyarakat.
- Seorang wanita bila sudah memasuki usia tertentu, maka haruslah menikah. Ini seringkali menjadi masalah manakala sang orang tua menuntut anaknya harus melakukan hal tersebut. bahkan tak jarang pula para orang tua menentukan pasangan bagi anak-anaknya yang hanya menjadi beban tambahan bagi para anak. Bahkan seorang teman menambahkan bahwa di daerah pedesaan, seorang anak gadis di mata masyarakat harus menikah meski beberapa minggu kedepan langsung cerai yang penting sudah pernah nikah. ???
- Orang yang memiliki tattoo di tubuhnya diasosiakan sebagai mantan napi alias criminal alias orang jahat. Walaupun kini kian banyak yang mentattoo bagian tubuh mereka, namun pandangan tersebut tidaklah hilang begitu saja. Memang kini tattoo menarik banyak orang dengan alasan sebagai sebuah seni. Dan tak sedikit pula para wanita yang rela bagian tubuhnya di tattoo.
- Seseorang yang beragama tertentu tidak berkenan minum ataupun makan di tempat seseorang yang tidak seagama dengannya. Repot kan? Betapa sempitnya pergaulannya.
Dan masih banyak lagi dan lagi dan lagi.
Terimakasih Bapak Anand Krishna, ibu Norma dan teman-teman di Anand Ashram.
Salam
Sight culturing adalah salah satu latihan meditasi dinamis ananda yang diciptakan dan dikembangkan oleh Bapak Anand Krisha. Pada sesi tersebut, latihan dimaksudkan untuk memperbaiki cara pandang dalam hidup.
Ibu Norma membukanya dengan memberikan prakata awal bahwa pandangan bisa menjadi massalah yang dapat menimbulkan stress. Beliau juga menuturkan beberapa pandangan tersebut. hal-hal tersebut memang banyak sekali kita jumpai di kehidupan sehari-hari dan sepertinya memang suatu keharusan atau sudah dari sononya seperti itu.
Berikut adalah pandangan-pandangan sudah kadung memasyarakat.
- Seorang wanita bila sudah memasuki usia tertentu, maka haruslah menikah. Ini seringkali menjadi masalah manakala sang orang tua menuntut anaknya harus melakukan hal tersebut. bahkan tak jarang pula para orang tua menentukan pasangan bagi anak-anaknya yang hanya menjadi beban tambahan bagi para anak. Bahkan seorang teman menambahkan bahwa di daerah pedesaan, seorang anak gadis di mata masyarakat harus menikah meski beberapa minggu kedepan langsung cerai yang penting sudah pernah nikah. ???
- Orang yang memiliki tattoo di tubuhnya diasosiakan sebagai mantan napi alias criminal alias orang jahat. Walaupun kini kian banyak yang mentattoo bagian tubuh mereka, namun pandangan tersebut tidaklah hilang begitu saja. Memang kini tattoo menarik banyak orang dengan alasan sebagai sebuah seni. Dan tak sedikit pula para wanita yang rela bagian tubuhnya di tattoo.
- Seseorang yang beragama tertentu tidak berkenan minum ataupun makan di tempat seseorang yang tidak seagama dengannya. Repot kan? Betapa sempitnya pergaulannya.
Dan masih banyak lagi dan lagi dan lagi.
Terimakasih Bapak Anand Krishna, ibu Norma dan teman-teman di Anand Ashram.
Salam
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar